Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.
Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.
Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.
Buang Jung
Buang Jung atau upacara membuang perahu kecil ke laut adalah upacara adat masyarakat pesisir Bengkulu untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan agar diberi hasil yang berlimpah dan terhindar dari malapetaka.
Badik
Adalah senjata khas Melayu pada umumnya, terdiri dari dua jenis: yang bermata lurus dan yang berlekuk seperti keris. Bentuknya menyerupai tumbuk lada tapi agak lebih besar dengan panjang matanya antara 18 - 20 cm dan lebar 2 cm. Badik ini juga memiliki ukiran yang lebih sedikit dibanding dengan tumbuk lada, matanya lebih tegak, dan hulunya menghadap ke bawah. Hulu dan sarungnya terbuat dari kayu, tanduk ...
Badik tumbuk lada
Daerah kepulauan Riau sering menyebut jenis senjata ini sebagai badik tumbuk lado. Senjata tradisional ini adalah sejenis keris khas kepulauan Riau dan Semenanjung Melayu, bilahnya mirip dengan badik dari Sulawesi tapi sarungnya berbeda karena ada ukiran tebuk tembus yang berbentuk bulat pipih di pangkal bagian belakang sarungnya. Pada pangkal sarung tumbuk lada terdapat benjolan bundar yang dihias dengan ...
Badabus
Merupakan istilah khusus Ternate untuk ta`ziah. Badabus adalah ritual dramatis massal, dilakukan oleh para laki-laki. Secara mendasar, badabus mencerminkan seluruh episode kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib di Karbala, termasuk penyesalan dan kesiapan berkorban. Ritual ini dilakukan di suatu rumah atau gedung, diawali dengan pembacaan ...
Bubur asyura
Adalah makanan tradisional rakyat Ternate berupa bubur santan berisi berbagai macam bahan seperti sayur, jagung, ikan, telur ayam, kacang-kacangan, dan kentang, disajikan dalam acara badabus. Pesan yang terkandung sebenarnya cukup jelas, bubur berwarna putih melambangkan kesucian dan kemurnian hari asyura, sementara berbagai bumbu tersebut melambangkan rentetan peristiwa yang terjadi pada ...
Balai salaso
Bangunan tradisional yang terdapat di Provinsi Riau, berbentuk seperti rumah adat tapi tidak berfungsi sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat musyawarah atau rapat adat. Sesuai dengan fungsinya, bangunan ini mempunyai macam-macam nama antara lain: balairung sari, balai penobatan, balai kerapatan dan lain-lain. Fungsi bangunan ini sekarang digantikan oleh rumah Penghulu dan masjid. Balai ...
Basunat baimbai
Merupakan acara khitanan bagi anak-anak usia 7-10 tahun di Banjar, Kalimantan selatan. Mula-mula, anak yang akan dikhitan berendam air dingin menjelang subuh di dalam panai (baskom dari gerabah) sambil dihibur oleh kakek/neneknya dengan cerita indah. Hal tersebut dimaksudkan supaya daging kemaluannya keriput, sehingga tidak akan sakit saat disunat. Pagi harinya, anak-anak tersebut diberi pakaian bagus, ...
Babaikan
Merupakan cara masyarakat Banjar dalam menyelesaikan masalah, konflik ataupun pertikaian. Sebagai penengah dalam babaikan adalah pembakal atau Tuan Guru. Biasanya, orang muda lebih dahulu mengulurkan tangannya memohon ampun kepada yang tua, dan yang tua meminta maaf kepada yang muda. Hal ini diikuti oleh semua pihak yang bertikai, baik laki-laki maupun perempuan. Selanjutnya, Tuan Guru membacakan doa ...