Ensiklopedi Melayu
Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.
Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.
Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.
Uma Mbatangu
Uma Mbatangu, rumah khas masyarakat Sumba. Uma Mbatangu adalah sebutan untuk rumah khas masyarakat Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah ini dahulu sebetulnya merupakan tempat tinggal raja atau bangsawan. Uma Mbatangu atau rumah bermenara umumnya dibangun dengan tiang utama dari pohon aren, dilapisi dinding yang terbuat dari bambu, dengan atap dari jerami. Rumah ini ...
Ulon Janji
Ulon Janji adalah kedudukan atau jabatan di Kesultanan Deli yang mempunyai kewenangan setara dengan perdana menteri atau patih kerajaan. Jabatan Ulon Janji inilah yang diemban oleh Tuanku Sri Paduka Gocah Pahlawan ketika pertama kali mendirikan Kesultanan Deli pada tahun 1632 Masehi. Tuanku Sri Paduka Gocah Pahlawan adalah seorang panglima besar dari Kesultanan Aceh Darussalam yang berhasil ...
Ureueng Mante
Menurut penelitian Karel Frederik Hendrik van Langen dalam karya ilmiahnya berjudul Inrichting van het Atjehsche Staatsbestuur Onder het Sultanaat atau Susunan Pemerintahan Aceh pada Masa Kesultanan yang ditulis pada sekitar tahun 1886, disebutkan bahwa menurut cerita-cerita yang beredar di kalangan rakyat lokal di Aceh, Ureueng Mante ...
Urung Batak Karo
Urung Batak Karo adalah penyebutan untuk penguasa negeri-negeri (kerajaan-kerajaan kecil) yang ada di Batak Karo, Sumatra Timur (sekarang Sumatra Utara). Urung Batak Karo sangat berperan dalam pembentukan Kesultanan Deli di Sumatra Timur yang dimotori oleh Tuanku Sri Paduka Gocah Pahlawan pada tahun 1632 Masehi. Terdapat empat pemimpin Urung Batak Karo yang mendukung agar ...
Uleebalang
Penyebutan uleebalang (atau hulubalang dalam bahasa Melayu) sebenarnya memiliki sejumlah penafsiran dalam sistem pemerintahan adat di Aceh, terutama di dalam sistem pemerintahan Kesultanan Aceh Darussalam pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan juga dalam kehidupan pemerintahan kerajaan-kerajaan Melayu lainnya secara umum. Dalam konteks khusus,
Usak Jawa
Istilah yang dipopulerkan oleh para seniman dari Suku Dayak Maanyan untuk mengenang peristiwa penyerangan Kerajaan Majapahit terhadap Kerajaan Nan Sarunai. “Usak Jawa” “atau yang berarti Penyerangan oleh Kerajaan Jawa” terjadi pada sekitar tahun 1355 M di mana pasukan perang Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Empu Jatmika atas perintah Raja Hayam Wuruk. Akibat serangan ini, Kerajaan Nan Sarunai mengalami ...