Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.
Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.
Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.
Moko
Gendang tradisional yang terbuat dari kuningan atau perunggu ini adalah benda yang paling berharga dalam tradisi Suku Abui di Takpala, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Moko, dikenal juga dengan nama makara, diperkirakan sudah ada sejak masa perundagian pada zaman perunggu yang berlangsung antara tahun 1.000 hingga tahun 500 Sebelum Masehi. Selain digunakan untuk mengiringi Tari Lego-Lego yang ...
Mahor Cap Sembilan
Mahor Cap Sembilan adalah simbol kekuasaan atau anugerah dari Kesultanan Aceh Darussalam yang diberikan kepada Sultan Serdang, yaitu Sultan Basyaruddin Syaiful Alamsyah (1819−1880), atas dukungannya terhadap Aceh ketika menghadapi tekanan penjajah Belanda di Pantai Timur Sumatra. Anugerah Mahor Cap Sembilan yang dianugerahkan pada tahun 1854 tersebut sekaligus juga sebagai legitimasi ...
Maleng Ta`u
Merupakan upacara adat menjelang tanam padi atau ketika merencanakan dan menentukan pembukaan lahan atau ladang yang telah menjadi tradisi secara turun-temurun dan harus dilakukan secara adat setiap tahunnya oleh Suku Dayak Kenyah. Dalam pelaksanaannya, Upacara Maleng Ta‘u hanya dapat dilakukan atau dipimpin oleh seorang iman adat yang telah mendapat pengakuan dan dikukuhkan oleh para tokoh adat melalui ...
Menumbai
Mantera yang diucapkan dengan nyanyian oleh juragan lebah ketika akan mengambil madu lebah di pohon Sialang. Mantera tersebut umumnya berbentuk pantun atau dinyanyikan. Menumbai merupakan tradisi bagi masyarakat Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. (Tunggul Tauladan/ensi/01/01-2010) Daftar Bacaan: Sudirman Shomary, 2004. Nyanyi Panjang orang Petalangan Kabupaten ...
Monti Rajo
Gelar khusus bagi pemimpin dalam masyarakat Petalangan di Betung, terutama dari suku Sengerih. Ketika Kerajaan Pelalawan masih berkuasa, Monti Rajo menjadi perantara bagi kepentingan atau urusan masyarakat Petalangan dengan pihak raja atau sultan. (Tunggul Tauladan/ensi/01/01-2010) Daftar Bacaan: Sudirman Shomary, 2004. Nyanyi Panjang orang Petalangan Kabupaten Pelalawan. Pekanbaru: UIR Press. ...
Moresco
Merupakan bentuk awal dari musik Fado, sejenis musik yang memiliki hubungan historis dengan Portugis. Instrumen musik Moresco terdiri dari alat musik berdawai (ukulele). Dirunut dari kisahnya, musik jenis Morescoadalah irama tari Bangsa Mor yang tumbuh di Portugal dan Spanyol pada abad ke-15, lalu dikenal di Belanda pada abad ke-16. Seperti efek domino, Morescocepat terkenal dan ...
Majelis Musyawarah Kesultanan Aceh Darussalam
Majelis Musyawarah Kesultanan Aceh Darussalam merupakan salah sebuah lembaga kesultanan yang dibentuk untuk mendukung jalannya pemerintahan Kesultanan Aceh Darussalam. Ketua majelis ini adalah Sultan Aceh Darussalam, sedangkan wakilnya adalah Wazir A`am (Menteri Pertama). Anggota-anggota Majelis Musyawarah Kesultanan Aceh Darussalam diangkat oleh Sultan Aceh Darussalam, yang dipilih dari kalangan menteri ...
Majelis Wazir
Majelis Wazir atau Dewan Menteri adalah salah satu lembaga yang paling penting dalam menentukan roda pemerintahan Kesultanan Aceh Darussalam. Sultan Aceh Darussalam duduk sebagai ketua majelis ini, sedangkan Wazir A`am (Menteri Pertama) bertindak sebagai wakilnya. Orang-orang yang berhak menjadi anggota Majelis Wazir adalah dari kalangan para menteri yang dipilih dan ditunjuk langsung oleh Sultan Aceh ...