Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.
Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.
Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.
Mallassuang Manu
“Melempar sepasang ayam jantan dan betina pada ritual adat Mallassuang Manu” Mallassuang Manu adalah sebutan bagi ritual adat melepas beberapa pasang ayam jantan dan betina sebagai bentuk permohonan meminta jodoh kepada Tuhan YME. Ritual ini biasa dilaksanakan oleh kaum muda-mudi suku Mandar di Kecamatan Laut Selatan, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan pada bulan Maret—April, atau bulan Juli—Agustus ...
Maras Taun
Maras Taun adalah ritual yang digelar oleh masyarakat Desa Selat Nasik, Pulau Mendanau, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan atas segala kebaikan dan kemudahan yang dianugerahkan kepada mereka. Secara etimologis, ritual ini berasal dari dua akar kata, yaitu maras dan taun. Maras memiliki arti memotong, sedangkan taun berarti ...
Maudo Lompoa
Maudo Lompoa atau Maudu‘ Lompoa adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cikoang Laikang, Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Istilah Maudo Lompoaberasal dari bahasa daerah setempat yang berarti maulid besar. Konon, tradisi ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1621 Masehi oleh Sayyid ...
Melayu Langkat
Mulanya, orang-orang Melayu Langkat merupakan sebuah kelompok masyarakat yang menetap di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Indonesia. Lantaran wilayah domisili mereka, masyarakat Langkat dianggap sebagai bagian dari bangsa Melayu di Pulau Sumatra. Komunitas ini terbentuk karena migrasi atau berpindahnya orang-orang Batak Karo yang datang dari Tanah Karo (sekarang Kabupaten Karo, Sumatra Utara) yang ...
Marpangir
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim, termasuk umat muslim Melayu. Tak jarang berbagai ekspresi budaya lokal muncul untuk menghormati bulan suci ini, salah satunya adalah membersihkan diri dengan cara mandi di saat menjelang bulan puasa. Di Jawa Tengah dan sekitarnya dikenal istilah Padusan, di daerah Riau dan Kepulauan Riau disebut ritual Petang Megang atau ...
Meugang
Untuk menghormati datangnya hari-hari besar Islam, masyarakat Aceh memiliki tradisi unik yang disebut Meugang atau Memeugang. Meugang (baca: megang) adalah tradisi membeli, mengolah, dan menyantap daging sapi dua hari sebelum datangnya bulan puasa (Meugang Puasa). Tak hanya itu, Meugang juga dilaksanakan dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri (Meugang Uroe Raya Puasa) dan dua hari menjelang Idul Adha ...
Moloku Kie Raha
Gambar kuno perairan di sekitar Pulau Ternate. Sejak abad ke-13 kawasan Maluku Utara telah dikenal sebagai pusat penghasil rempah-rempah, terutama cengkeh. Akibat pesatnya perdagangan rempah-rempah, penguasa lokal pun muncul dan saling bersaing memantapkan posisinya masing-masing. Tak heran jika wilayah ini oleh pedagang-pedagang Arab dijuluki sebagai Jazirah Al Mulk atau tanah para raja, sebab di ...
Marapu
Marapu adalah sebutan bagi agama lokal yang dianut oleh masyarakat Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Agama ini mengultuskan arwah nenek moyang (leluhur) sebagai perantara untuk memuja Yang Maha Pencipta. Secara etimologis, menurut beberapa ahli (dalam Wellem, 2004: 41), kata marapu memiliki arti yang merujuk pada sesuatu yang adikodrati, seperti ‘yang disembah‘ atau ‘yang didewakan‘, serta ...