Ensiklopedi Melayu
Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.
Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.
Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.
Mukim
Mukim merupakan wilayah administratif yang luas daerahnya setara dengan desa atau kelurahan. Pembagian daerah dengan konsep mukim ini diberlakukan di Kesultanan Aceh Darussalam pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang berkuasa pada tahun 1607 hingga tahun 1636. Masing-masing mukim dipimpin oleh seorang kepala desa yang disebut imeum. ...
Manok
Manok adalah istilah untuk penyebutan ayam dalam masyarakat lokal Nanggroe Aceh Darussalam. Akan tetapi, dalam kepercayaan orang-orang Nanggroe Aceh Darussalam, manok bukanlah ayam sembarangan. Dalam buku Keanekaragaman suku dan budaya di Aceh karya Rusdi Sufi et.al. (2004), disebutkan bahwa di samping untuk kebutuhan ...
Meunasah
Meunasah adalah bangunan publik, semacam gedung serba guna, yang cukup vital fungsinya bagi masyarakat lokal di Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam buku Keanekaragaman suku dan budaya di Aceh karya Rusdi Sufi et.al. (2004), disebutkan bahwa meunasah biasanya terdapat di setiap kampung yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam dan digunakan ...
Meusigit
Dalam bahasa yang digunakan masyarakat lokal di Nanggroe Aceh Darussalam, meusigit berarti masjid. Tidak seperti di banyak daerah di Indonesia lainnya yang biasanya terdapat masjid di setiap kampung, di Nanggroe Aceh Darussalam yang sangat lekat dengan Islam yang kental justru tidak di setiap kampung terdapat masjid. Muesigit dalam pola permukiman dan tradisi masyarakat ...
Makan Saprahan
Merupakan ritual makan bersama di halaman depan Istana Amantubillah, Kerajaan Mempawah, di Kalimantan Barat, dengan menggunakan baki atau talam sebelum dimulai prosesi Robo-robo di Kuala Mempawah. Setiap baki/talam (saprah) yang berisi nasi dan lauk biasanya diperuntukkan bagi empat atau lima orang. Ritual Makam Saprahan memuat nilai simbolis, yaitu kebersamaan antaretnis dan agama ...
Memang
Merupakan syair puji-pujian yang dinyanyikan oleh Dewa dan Belian. Syair ini ditujukan kepada para leluhur sebagai permohonan agar diberikan petunjuk dan bimbingan dalam melaksanakan suatu upacara. Memang lazim dilakukan pada saat upacara Erau di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Tunggul Tauladan/ensi/01/03-2011) Sumber: Azmidi, 2010. Erau: Tradisi dan Spiritual Kesultanan Kutai ...