Rabu, 15 April 2026   |   Khamis, 27 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.953
Kemarin : 25.162
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Page  < 1 2 3 4 > 

Ensiklopedi Melayu

Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.

Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.

Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.



Tari Kancet Ledo

Tari tradisional yang juga dikenal sebagai tari gong ini, adalah tarian yang menggambarkan kelemah-lembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup angin. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisional suku Dayak Kenyah, dan kedua belah tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan di atas sebuah gong, sehingga ...

Tari Kancet Lasan

Sebuah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari kancet lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti tari kancet ledo. Namun, penari kancet lasan tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang. Dalam tari ini si penari ...

Tari Hudoq

Tari ini ditarikan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas, serta daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman, dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak. ...

Tari Hudoq Kita`

Adalah tarian dari suku Dayak Kenyah yang pada prinsipnya sama dengan tari hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Kostum penari hudoq kita` menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang ...

Tari Datun

Merupakan tarian yang dibawakan oleh sekelompok gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tidak pasti antara 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah. (WL/ensi/77/7-07)

Tari Pajaga Andi

Tari daerah kabupaten Bone ini menggambarkan penobatan para putra dan putri Bangsawan Bugis Bone oleh Arungpone (Raja) pada zaman kerajaan, dan dipertunjukkan di dalam Saoraja (Istana Raja Bone). Gerakan tari ini terbagi menjadi 5, antara lain:  makkasiwiang (gerakan penobatan), akkalabbirang (penghargaan kepada Raja), soro passapu (adat istiadat bangsawan), mappasoro ajangang ...

Tudang Ade

Adalah upacara adat yang juga disebut duduk secara adat, biasanya diikuti oleh 108 orang. Maksud diadakannya upacara ini adalah untuk memusyawarahkan hal-hal penting yang menyangkut pemerintahan atau permasalahan yang dihadapi oleh kerajaan untuk mencapai kesepakatan dan mufakat. Dari upacara ini, terlihat bahwa dalam pemerintahannya Raja Bone, menegakkan sistem demokrasi dengan cara melibatkan seluruh ...

Tari Bines

Merupakan tarian adat suku Gayo, Aceh Tengah, ditarikan oleh para gadis Linge dengan pakaian adat Gayo. Tarian ini adalah tarian untuk menyambut para tamu penting dalam adat dan budaya Gayo. Tarian Bines biasa dipertunjukkan saat acara peresmian Umah Pitu Ruang Reje Linge, di bekas komplek kerajaan Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. (WL/ensi/82/7-07)
Page  < 1 2 3 4 >