Kamis, 7 Mei 2026   |   Jum'ah, 20 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 286
Hari ini : 10.786
Kemarin : 40.787
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Page  < 1 2 3 > 

Ensiklopedi Melayu

Ensiklopedi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pengetahuan serba aneka’. Pada sebuah ensiklopedi biasanya dipaparkan secara ringkas mengenai istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan sejarah, budaya, politik, maupun konsep-konsep relasi sosial dalam sebuah masyarakat. Tujuan sebuah ensiklopedi adalah menyajikan pengetahuan secara mudah, ringkas, dengan cakupan tema bahasan yang cukup luas.

Ensiklopedi MelayuOnline.com memaparkan segala peristilahan atau konsep-konsep yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu di seluruh dunia. Ensiklopedi Melayu mencakup berbagai hal dalam kebudayaan Melayu, seperti adat istiadat, ritual, pengobatan tradisional, kesenian, peralatan dan senjata, mata pencaharian, seni bina (arsitektur), bahasa dan sastra, kerajaan, tokoh, hingga hukum adat dan konsep-konsep yang berkenaan dengan pandangan hidup.

Ensiklopedi MelayuOnline.com disusun menurut abjad (bukan tema). Hal ini untuk memudahkan para pembaca memperoleh informasi secara cepat dengan cara melacak pada istilah atau konsep dalam kebudayaan Melayu. Misalnya untuk mengetahui ritual “Adat Pahe”, senjata khas Melayu “Badik”, alat musik “Didong”, perahu “Jukung”, dan lain sebagainya, pembaca cukup menelusuri abjad pertamanya.



Pasola

Seorang peserta Pasola bersiap menyerang di atas seekor kuda. Pasola adalah tradisi permainan perang-perangan yang dilakukan oleh masyarakat penganut agama Marapu di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Permainan perang-perangan tersebut dilakukan oleh dua kelompok pasukan berkuda (tiap kelompok berjumlah sekitar 100 orang) yang masing-masing bersenjatakan lembing atau tongkat kayu. Tongkat ...

Pĕlĕbĕgu

Menurut Koentjaraningrat (1976:50), Pĕlĕbĕgu adalah nama agama asli masyarakat Nias yang diberikan oleh pendatang untuk menyebut aktivitas peribadatan yang menyembah arwah-arwah nenek moyang. Namun, nama yang digunakan oleh masyarakat Nias sendiri adalah molohĕ adu (penyembah adu atau patung miniatur leluhur). Para leluhur itu perlu dikenang, terutama atas jasa-jasa mereka ...

Posuo

POSUO adalah ritual yang dijalani seorang gadis Buton ketika mencapai akil baligh (kedewasaan). Secara harfiah, posuo bisa bermakna pingitan. Seorang gadis yang menjalani posuo dilarang meninggalkan rumah selama beberapa hari, kemudian mendapatkan wejangan-wejangan dari bisa (perempuan tua yang dianggap berilmu dan dan punya kemampuan magis). Ritual ini dilakukan ketika seorang gadis beranjak ...

Pantai Lahilote

Pantai Lahilote Pantai Lahilote terletak di Kelurahan Pantai Pohe, Kecamatan Kota Selatan, kira-kira 6 km dari pusat Kota Gorontalo. Di pantai ini terdapat sebuah batu yang berbentuk tapak kaki manusia. Konon dalam legenda Gorontalo, tapak kaki ini merupakan bekas pijakan kaki seorang pemuda Gorontalo yang bernama Lahilote yang ketika itu jatuh dari negeri kayangan. Singkat cerita, ...

Pulau Enggano

Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar di Indonesia, secara administratif berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu. Pulau dengan luas wilayah 40 km persegi ini terletak di zona perairan Samudra Hindia pada posisi antara 102,05o BT dan 5,17o sampai 5,31o LS, tepatnya terletak di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu, Indonesia (http://id.wikipedia.org). Sebagai sebuah ...

Pepadun

Pepadun adalah singgasana raja yang hanya boleh digunakan atau diduduki ketika hari penobatan Sultan Kepaksian Skala Brak. Pepadun dibuat dari kayu pohon Belasa Kepampang yang dikeramatkan karena dipercaya memiliki keistimewaan. Kerajaan atau Kepaksian Skala Brak yang terdapat di Lampung Barat, Provinsi Lampung, terdiri dari empat Paksi dengan pemimpinnya masing-masing. Untuk menghindari ...

Panglima Sagoi

Dalam konsep pemerintahan yang berlaku di Kesultanan Aceh Darussalam pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), terdapat jabatan yang dikenal dengan nama Panglima Sagoi. Sesuai dengan namanya, Panglima Sagoi adalah jabatan yang diberikan kepada seseorang untuk memimpin sebuah sagoi. Sagoi adalah ukuran wilayah administratif di Kesultanan Aceh Darussalam yang kira-kira setara dengan ...

Peudeung

Dalam bahasa Aceh, peudeung berarti pedang. Pedang khas Nanggroe Aceh Darussalam digunakan sebagai senjata untuk menyerang. Jika rencong digunakan untuk menikam lawan, maka peudeung difungsikan beriringan dengan kegunaan rencong, yaitu sebagai senjata yang digunakan untuk menetak atau mencincang. Dalam buku berjudul Keanekaragaman Suku dan Budaya di ...
Page  < 1 2 3 >